Smarta News.Com — Satuan Pendidikan SMA Swasta Katolik Warta Bakti Kefamenanu di bawah pimpinan Romo Djanu menggelar kegiatan In House Training (IHT) bagi seluruh guru, guna memperkuat kompetensi pendidik dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam (deep learning) pada Kurikulum Merdeka.
Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Kompetensi Guru dalam Mengimplementasikan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) pada Kurikulum Merdeka” ini berlangsung selama dua hari, Rabu 14–15 /01/2026, bertempat di Aula SMA Swasta Katolik Warta Bakti Kefamenanu.
IHT tersebut secara resmi dibuka oleh Pengawas Pembina Tingkat SMA, SMK, dan SLB Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Hilarius Sau, S.Pd., MM. Dalam sambutannya, Hilarius menegaskan pentingnya perubahan paradigma pembelajaran dari yang berorientasi pada transfer pengetahuan menuju pembelajaran yang menumbuhkan cara berpikir kritis, reflektif, dan bermakna bagi peserta didik.
“Kurikulum Merdeka menuntut guru untuk memiliki pola pikir bertumbuh (growth mindset) agar mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan, kontekstual, dan berpusat pada murid,” ujar Hilarius.
Kegiatan IHT ini menghadirkan dua narasumber, yakni Hilarius Sau, S.Pd., MM dan Yanuarius Seran Fahik, S.Pd., M.Pd.
Pada kesempatan itu Hilarius Sau membawakan materi tentang Pola Pikir Bertumbuh, sementara Yanuarius Seran Fahik menyampaikan materi terkait pemetaan pola pikir, konsep dan kerangka kerja pembelajaran mendalam, penyusunan rencana pembelajaran mendalam, asesmen pembelajaran mendalam, serta penyusunan dokumen kurikulum satuan pendidikan.
Pada hari pertama, para guru ditugaskan melakukan pemetaan pola pikir bertumbuh, serta pemetaan pola pikir pembelajaran mendalam. Sementara itu, pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada praktik pembelajaran di kelas yang dilaksanakan oleh guru model.
Dalam praktik tersebut, guru dibagi ke dalam lima kelompok guru model, yakni kelompok IPA, Matematika, Bahasa, IPS, dan Umum.
Kelompok IPA melaksanakan pembelajaran di kelas X Falentinus, kelompok IPS di kelas XI Carolus, kelompok Umum di kelas X Aloysius, kelompok Bahasa di kelas XI Boneventura, dan kelompok Matematika di kelas X Bonifasius.
Kepala SMA Swasta Katolik Warta Bakti Kefamenanu, Romo Djanu, berharap kegiatan IHT ini mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah serta memperkuat kesiapan guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara utuh dan berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa guru tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mempraktikkan pembelajaran mendalam secara nyata di kelas,” kata Romo Djanu.
Ia menambahkan, penguatan kompetensi guru merupakan investasi penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang humanis, reflektif, dan berorientasi pada pembentukan karakter serta kecakapan abad ke-21.
Penulis : Owen
Editor : Humas Smarta




