Romo Djanu Buka Kejuaraan Perisai Diri SMARTA CUP 1 di Bale Binmafo

IMG_20251216_182550

SMARTA News.Com– Kepala SMA Swasta Katolik Warta Bakti Kefamenanu, Romo Djanu, secara resmi membuka Kejuaraan Perisai Diri SMARTA CUP 1 antar unit ranting se-Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), yang berlangsung di Bale Binmafo, Senin (15/12/2025).

Pembukaan kejuaraan tersebut dihadiri oleh sejumlah tamu undangan, para pelatih, ofisial, serta ratusan atlet Perisai Diri dari berbagai unit ranting di wilayah TTU. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus kompetisi pembinaan atlet bela diri di tingkat daerah.

Suasana pembukaan di Bale Biinmafo , Senin 15/12/2025

Dalam sambutannya, Romo Djanu menekankan bahwa perjalanan dalam Perisai Diri bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan batin menuju pengenalan diri.

“Perjalanan terpanjang bukanlah perjalanan menuju rumah, melainkan perjalanan menuju Perisai Diri yang diawali dengan keheningan. Perjalanan terpanjang adalah perjalanan menuju diri sendiri,” ujar
Romo Djanu di hadapan para peserta.

Ia mengingatkan bahwa tidak semua orang yang mampu menjelajahi dunia dapat menemukan kekuatan sejati dalam dirinya. Menurutnya, keheningan menjadi pintu masuk untuk menemukan makna, kekuatan, dan jati diri seorang pesilat.

Romo Djanu juga mengajak seluruh atlet Perisai Diri untuk tetap menjaga persatuan meskipun berada dalam arena pertandingan.

“Lingkaran ini hanya mau mengingatkan kita untuk tetap bersatu meskipun sedang bertanding,” katanya.

Lebih lanjut, ia memaknai filosofi sudut pertandingan sebagai pembelajaran hidup. Atlet yang berada di sudut merah diharapkan memiliki keberanian untuk menghadapi tantangan.

“Ketika Anda berada di sudut merah, Anda harus berani menghadapi dunia ini. Semangatmu harus membara dan pada akhirnya keluar sebagai pemenang,” ungkapnya.

Sementara itu, atlet yang berada di sudut biru diajak untuk menjunjung tinggi sportivitas dan kerendahan hati. Menurut Romo Djanu, pemenang sejati adalah mereka yang mampu mengakui kelebihan orang lain dan menerima kekalahan dengan lapang dada. “Seorang pecundang tidak akan mengakui kehebatan orang lain,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Romo Djanu mengajak para pelatih dan atlet untuk menjalani kejuaraan dengan hati yang tulus.

“Mari kita berintervensi dengan hati, sehingga pada akhirnya kita menemukan kemenangan yang istimewa,” katanya.

Kejuaraan Perisai Diri SMARTA CUP 1 diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi, sekaligus menanamkan nilai persaudaraan, sportivitas, dan karakter luhur Perisai Diri bagi generasi muda di Kabupaten TTU.

Penulis : Humas Smarta

Kabar Sekolah Lainnya

Temukan kami di

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman

Temukan kami di

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman